Tampilkan postingan dengan label warta PMK SION Universitas Stikubank. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label warta PMK SION Universitas Stikubank. Tampilkan semua postingan

Minggu, 31 Januari 2010 | | 0 komentar

Emas

Wahyu 21:21 “Jalan-jalan kota itu dari emas murni bagaikan kaca bening.”

Suatu hari seorang penambang menemukan emas dalam jumlah yang sangat banyak. Tanpa berpikir lama, emas-emas batangan tersebut dimasukkan dalam sebuah tas.

Setiap hari kemanapun dia pergi, tas tersebut selalu ditentengnya hingga dia meninggal dan sudah masuk ke surga.

Saat penambang itu tiba di tempat barunya itu, seorang malaikat bertanya mengapa ia membawa aspal. “Ini bukan aspal,” jelasnya, “Ini emas.”

Sang Malaikat menanggapi perkataan manusia itu dengan berkata, “Di Bumi, benda itu memang disebut emas, tetapi disini, di Surga, kami memakainya untuk mengeraskan jalan-jalan.

| | 0 komentar

Allah Bapa seperti pemulung?

“Ada satu hal dimana TUHAN tidak berkuasa untuk melakukannya” TUHAN tidak berkuasa untuk tidak menepati janjiNYA. Ia begitu setia akan janjiNYA. (Mazmur 12:7)

Suatu hari Guru sekolah minggu memberikan tigas kepada murid-muridnya. Seperti apa Allah Bapa itu? “Untuk mudahnya, kalian harus melihat Dia sebagai seorang Bapa..seorang papi,” ujar guru tsb.

Minggu berikutnya, guru tsb menagih PR dari setiap murid yang ada.

“Allah Bapa itu seperti Dokter!” ujar seorang anak yang papanya adalah dokter. “Ia sanggup menyembuhkan sakit penyakit seberat apapun!”

“Allah Bapa itu seperti Guru!” ujar seorang anak yang lain. “Dia selalu mengajarkan kita untuk melakukan yang baik dan benar.”

“Allah Bapa itu seperti Hakim!” ujar seorang anak yang papanya adalah hakim dengan bangga. “Ia adil dalam memutuskan segala perkara di bumi.”

“Menurut aku Allah Bapa itu seperti Arsitek. Dia membangun rumah yang indah untuk kita di surga!” ujar seorang anak tidak mau kalah.

“Allah Bapa itu Raja! Paling tinggi diantara yang lain!” “Allah Bapa itu pokoknya kaya sekali deh! Apa saja yang kita minta Dia punya!” ujar seorang anak konglomerat.

Guru tsb tersenyum ketika satu demi satu anak memperkenalkan image Allah Bapa dengan semangat. Tetapi ada satu anak yang sedari tadi diam saja dan nampak risih mendengar jawaban anak-anak lain. “Eddy, menurut kamu siapa Allah Bapa itu?” ujar ibu guru dengan lembut. Ia tahu anak ini tidak seberuntung anak-anak yang lain dalam hal ekonomi, dan cenderung lebih tertutup.

Eddy hampir-hampir tidak mengangkat mukanya, dan suaranya begitu pelan waktu menjawab, “Ayah saya seorang pemulung...jadi saya pikir...Allah Bapa itu Seorang Pemulung Ulung.” Ibu guru terkejut bukan main, dan anak-anak lain mulai protes mendengar Allah Bapa disamakan dengan pemulung. Eddy mulai ketakutan. “Eddy,” ujar ibu guru lagi. “Mengapa kamu samakan Allah Bapa dengan pemulung?”

Untuk pertama kalinya eddy mengangkat wajahnya dan menatap ke sekeliling sebelum akhirnya menjawab, “Karena Ia memungut sampah yang tidak berguna seperti Eddy dan menjadikan Eddy manusia baru, Ia menjadikan Eddy anakNya.”

Memang bukankah Dia adalah Pemulung Ulung? Dia memungut sampah-sampah seperti saudara dan saya, menjadikan kita anak-anakNya, hidup baru bersama Dia, dan bahkan menjadikan kita pewaris kerajaan Allah.

Yohanes 3:16 “Karena begitu besar kasih Allah akan dunia ini, sehingga Ia telah mengaruniakan AnakNya yang tunggal, supaya setiap orang yang percaya kepadaNya tidak binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal.”

Efesus 2:8 “Sebab karena kasih karunia kamu diselamatkan oleh iman, itu bukan hasil usahamu sendiri melainkan pemeberian Allah.

Our God is able! “Not by power, not by might, but by My Spirits, says the LORD” (Zach 4:6)

Minggu, 24 Januari 2010 | | 0 komentar

Paruh Rajawali

Rajawali adalah burung yang istimewa, bahkan mendapat tempat khusus di dalam Alkitab. Keistimewaannya bukan saja karena kekuatan sayapnya, yang memang dimilikinya karena "didikan" yang keras dan luar biasa, namun juga karena paruhnya yang kuat dan kokoh.

Paruh rajawali amat kuat sehingga burung itu ditakuti dan disegani. Tapi, tahukah anda apa yang terjadi dengan paruh rajawali setelah melewati tahun-tahun panjang? Paruh yang kuat itu bisa melapuk dan akhirnya tidak mampu lagi dipergunakan untuk memangsa hewan lain. Jika keadaan ini berjalan terus, tentu rajawali itu tidak akan memperoleh makanan dan akhirnya matilah ia. Itu sebabnya rajawali kemudian dengan sengaja mematahkan paruhnya itu cadas hingga hancur. Justru setelah paruh lamanya hancur, ia harus bertahan sejenak, dan kemudian tumbuhlah paruh yang baru dan kuat. Rajawali itu menjadi kuat kembali. Hanya dengan cara demikianlah ia bisa terus bertahan hidup lama.

Pembaharuan juga bisa terjadi dalam kehidupan kita, dan itu dikerjakan langsung oleh Allah. Iman kita bisa saja rapuh karena mandeg dan tidak berkembang lagi. Namun, Allah senantiasa mengajar kita untuk mau dan mampu memperbaharui kehidupan iman kita, sehingga kita menjadi muda kembali, bertenaga dan dinamis.

Bagaimana dengan kehidupan iman anda? Adakah hal-hal yang rapuh dan mandeg karena tidak kita jaga dan kembangkan? Mintalah pada Tuhan agar Ia memperbaharui kita. Walau itu berarti "paruh iman" kita hancur ketika mengalami didikan Allah yang keras. Semua itu menghasilkan paruh yang baru yang muncul dari kehidupan iman kita yang kembali bergairah, hidup dan dinamis. Bersediakah Anda?

Yesaya 40:31 "tetapi orang-orang yang menanti-nantikan TUHAN mendapat kekuatan baru: mereka seumpama rajawali yang naik terbang dengan kekuatan sayapnya; mereka berlari dan tidak menjadi lesu, mereka berjalan dan tidak menjadi lelah."