Tampilkan postingan dengan label artikel rohani. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label artikel rohani. Tampilkan semua postingan

Jumat, 08 Oktober 2010 | | 0 komentar

Seharusnya Kudatang

Seringkali ku datang Tuhan
hanya karna sejuta keluhan
seringkali ku lupa Tuhan
seharusnya kudatang

Reff :
Dengan segenap rindu
dari lubuk hatiku
dengan hasrat yang tulus
karna ku cinta pada-mu
tak hanya memikirkan
berkat yang Kau berikan

sungguh hanya karna ku
mengasihi-Mu Yesus
Seringkali aku berdoa
hanya karna tidak ingin dicela
namun kini ku sadar Tuhan
seharusnya ku datang

sumber : hotlyrics

Senin, 05 April 2010 | | 0 komentar

Kebenaran dengan pikiran yang sehat

Tetapi Paulus menjawab : "Aku tidak gila, Festus yang mulia! Aku mengatakan kebenaran dengan pikiran yang sehat!" (Kisah Para Rasul 26:25)

Berita Injil, berita tentang Kerajaan Sorga adalah berita yang tak bisa dipahami oleh pikiran manusia. Perkataan dan hikmat surgawi memang tak terselami. Itu yang membuat orang berteriak dan menuduh bahwa orang Kristen itu gila.

Mempercayai apa yang kita percayai akan membuat dunia berkata kita gila. Mempercayai dan menjalani hidup seperti yang Yesus ajarkan akan membuat dunia berkata kita tidak waras.

Tetapi kebenaran yang kita miliki bukan ketidakwarasan. Bukan kegilaan, tapi juga bukan ilmu yang saling bertentangan di benak kita.

Sebaliknya kebenaran dalam Kristus adalah kebenaran dengan pikiran sehat. Sebab kebenaran itu sendirilah yang menyehatkan pikiran kita. Tiap mereka bertemu keberanan, jadi sehatlah pikirannya. Lalu dengan pikiran yang telah disehatkan itu kita bersaksi tentang kebenaran.

Senin, 29 Maret 2010 | | 0 komentar

Saat Kita Tidak Dipercayai

"Tetapi perwira itu lebih percaya kepada jurumudi dan nahkoda dari pada kepada perkataan Paulus" (Kisah Para Rasul 27:11)

Perwira itu tidak percaya pada perkataan Paulus. Ia lebih percaya pada mereka yang berpengalaman di bidangnya.

Pernahkah Saudara tidak dipercayai? Saat kita tidak dipercayai, apa reaksi kita?

Waktu Paulus tidak lagi dipercayai, dia tetap mendampingi. Dia tetap menguatkan, dia tetap menolong dan tetap jadi berkat. Tidak ada kemarahan, tidak ada dendam, tidak juga menutup diri.

Justru dengan sikap yang begitu hebat dia mendapatkan kembali kepercayaan, menjadi orang yang akhirnya membawa banyak orang percaya kepada TUHAN.

Saat anda tidak dipercayai lagi... Belajarlah seperti Paulus.

Minggu, 21 Maret 2010 | | 0 komentar

Waktunya Sudah Dekat

"Oleh karena itu katakanlah kepada mereka : Beginilah firman TUHAN Allah : Aku akan menghentikan sindiran ini dan orang tidak akan mengucapkannya lagi di tanah Israel. Sebaliknya, katakanlah kepada mereka : Waktunya sudah dekat dan tiap penglihatan akan jadi" (Yeh 12:23)

Penetapan waktu akan segala sesuatu dalam hidup kita ini ada ditangan TUHAN. Sebelum Dia menetapkan waktunya, maka apapun itu tidak akan terjadi.

Seringkali karena 'waktu' yang ditunggu-tunggu atas apa yang TUHAN janjikan, tidak kunjung tiba, sebagian orang mulai tidak percaya dan mencemooh. Tetapi inilah pesan TUHAN bagi setiap orang yang menanti-nantikan TUHAN. Inilah saat penggenapan itu. Jangan masuk dalam kumpulan mereka yang tidak percaya dan menjadi pencemooh.

SaatNya sudah tiba. Segera terjadi. Pasti terjadi. Percaya saja. Ucap syukur atas semuanya.

TUHAN YESUS baik.... AMIN

Minggu, 14 Maret 2010 | | 0 komentar

Dapat Dipercaya

"Janganlah merencanakan kejahatan terhadap sesamamu, sedangkan tanpa curiga ia tinggal bersama-sama dengan engkau" (Amsal 3:29)


Banyak yang berkata, korban penipuan yang paling empuk dan mudah adalah mereka yang paling dekat dengan si penipu. Saat orang sudah begitu dekat, biasanya menjadi percaya dan tidak waspada. Disitulah peluang kejahatan terbuka.

Sebagai anak TUHAN, jangan khianati kepercayaan saudaramu. Jangan manfaatkan kepercayaannya untuk menipu atau mengelabuinya. Hormati kepercayaan saudara-saudaramu. Jadilah anak-anak TUHAN yang punya integritas dan tidak mengecewakan saudaramu.

Semakin kita dipercayai, artinya kita makin menanggung beban kepercayaan yang tidak mudah. Junjung kepercayaan itu dengan hati yang terus berkenan dihadapan TUHAN.

Selasa, 09 Maret 2010 | | 0 komentar

Jemu dan Bosan


Bisakah yang serba kurang dan berat jika terlalu lama akan membuat kita jemu dan bosan? Jawabannya : Pasti..

Tetapi bagaimana dengan yang mewah, serba ada, tanpa goncangan juga bisa menjemukan dan membosankan? Ternyata jawabannya juga sama.

Mengapa?

Manusia diciptakan serupa dan segambar dengan Dia. Dan TUHAN pencipta kita itu bukan TUHAN yang monoton. Bahkan Alkitab mengatakan kasih setiaNya selalu baru setiap pagi. WOW...

Ketika Dia mencurahkan sesuatu buat anak-anakNya, diberikanNya sesuatu yang baru dan segar setiap hari. Itu juga yang membuat TUHAN tak jemu dengan kekekalan yang dimilikiNya.

Jika anda jemu, mulailah memberi dan memberkati dengan sentuhan yang baru setiap saat. Maka hidup kita akan masuk dalam penjelajahan yang sangat menarik.

Jemu dan Bosan? NO WAY.

Kamis, 07 Januari 2010 | | 0 komentar

celana basah

Doni, seorang anak laki-laki kecil berusia 9 tahun, sedang duduk di bangku kelasnya ketika tiba-tiba celananya menjadi basah dan sebuah genangan air ada di antara kakinya. Doni berpikir jantungnya akan berhenti karena dia tidak pernah membayangkan hal ini. Sebelumnya dia belum pernah mengompol dan dia tahu jika teman-temannya tahu dia akan menjadi bahan ejekan teman-temannya seumur hidupnya.

Menyadari keadaannya, Doni mulai menundukkan kepalanya dan berdoa kepada Tuhan,"Tuhan Yesus, sekarang aku berada dalam keadaan darurat. Aku memerlukan bantuan-Mu karena lima menit dari sekarang aku akan menjadi bahan tertawaan teman-temanku.Amin."

Setelah selesai berdoa, dia mengangkat mukanya dan melihat ibu guru sedang memperhatikannya. Ketika bu guru mulai mendekatinya, seorang temannya yang bernama Susie membawa sebuah akuarium ikan emas bulat yang berisi air. Susie berjalan di depan bu guru dan secara sengaja menumpahkannya di atas pangkuan Doni. Doni menjadi marah meskipun dalam hatinya dia berteriak,"Terima kasih, Tuhan! Terima kasih, Tuhan!"

Dengan sekejap hal yang harusnya memalukan berubah menjadi simpati. Bu guru segera mengangkatnya dan memberinya celana yang lain sementara celana basahnya dijemur. Teman-temannya bersama mulai mengepel lantai di bawah bangkunya. Sebuah simpati yang luar biasa, bukan? Namun ejekan yang harusnya diterima Doni justru diterima oleh Susie.

Dia mencoba untuk membantu, namun teman-temannya justru menyuruhnya keluar sambil berkata,"Kamu tidak usah membantu, dasar bodoh!"

Suatu hari, ketika mereka bersama-sama menunggu bis jemputan, Doni mendekati Susie dan berkata,"Kamu sengaja melakukannya, bukan?" dan Susie membalas dengan berkata," Aku juga pernah mengompol di kelas kok."

Di kayu salib, Tuhan Yesus juga sudah mengambil semua penghinaan yang harusnya kita tanggung dan memberi kita kasih karunia yang besar. Tuhan yang turut merasakan penderitaan kita sehingga Dia mampu menolong kehidupan kita.

Sumber: spiritual short.stories.com